10 Alasan Istri Boleh Minta Cerai Menurut Islam

Alasan-Istri-Boleh-Minta-Cerai-.jpg

Perceraian sendiri memang tidak pernah diharapkan oleh agama manapun.  Di dalam islam bahkan seseoarang istri dilarang meminta cerai (khulu’) kepada suaminya kecuali memang telah didasari dengan berbagai alasan-alasan yang telah dibenarkan dalam syariat islam. Di antara alasan-alasan istri boleh minta cerai dalam islam atau syar’i adalah sebagai berikut:

Alasan Istri Boleh Minta Cerai

  1. Suami telah mengatakan atau murtad (kondisi dimana seseorang keluar dari agama islam dan masuk ke agama lain). Alasan ini juga telah disebutkan dalam KHI (kompilasi hukum isalam) walau memang tidak disebutkan dalam UU Perkawinan.
  2. Suami tersebut telah berbuat kekufuran atau kemusyrikan kepada Allah SWT. Dengan berbagai macam dan berbagai bentuknya. Selain itu juga telah ditegakkan hujjah atau disampaikan nasihat kepadanya agar bertaubat darinya namun ia tidak pernah mendengarkan dan menerima nasihat tersebut.
  3. Suami telah melarang dan menghalangi istri untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban agama seperti kewajiban untuk sholat 5 waktu, kewajiban membayar zakat, memakai hijab yang syar’i sehingga menutupi auratnya, menuntut segala ilmu syar’i yang hukumnya fardhu ‘ain, dan sebagainya.
  4. Suami tersebut telah memerintahkan dan memaksa istri untuk berbuat dosa dan maksiat kepada Allah SWT.
  5. Suami telah melakukan kesesatan atau berakidah menyesatkan dari agama Allah SWT yang lurus dan haq. Seperti ia telah menganut paham yang sesat.
  6. Suami tersebut telah bersikap kasar dan keras serta tidak sayang lagi kepada istri dan akhlaknya teramat buruk. Untuk alasan yang ini memang sangat tergantung dengan pernilaian hakim.
  7. Suami telah menolak dan berpaling dari agama islam, tidak mau untuk mempelajarinya dan tidak taat dan tunduk terhadap segala aturan-aturannya.
  8. Suami telah tidak mampu lagi dalam memberikan nafkah wajib bagi istri, baik itu nafkah lahir maupun nafkah “bathin”. Atau mungkin suami tidak fertiL, sehingga tidak dapat memberikan keturunan.
  9. Istri telah merasa dibenci dan sudah tidak nyaman lagi hidup bersama-sama suaminya, bahkan karena agama dan akhlak suami yang baik namun karena khawatir tidak bisa lagi dalam memenuhi hak-haknya.
  10. Dan alasan lainnya yang dipandang syar’i. Termasuk juga alasan suami telah meninggalkan istri dalam waktu yang lama tanpa ada kabar sama sekali. Yang kemudian memunculkan keyakinan bahwa sang suami telah meninggal.

Itulah beberapa alasan istri boleh minta cerai (khulu’) kepada suaminya. Selain itu hal tersebut dilakukan setelah adanya pemberian nasihat kepadanya secara langsung ataupun dengan meminta bantuan orang lain yang telah dianggap mampu untuk menasihati sang suami.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top