5 Fakta Menarik Tentang Pada Pernikahan Adat Padang

tumblr_inline_n4hx4x78Qk1qz5qe9.jpg

Jenis Suntiang (Sumber : trend-fashion.info)

Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan tentunya masih memegang teguh tradisi leluhurnya. Bermacam-macam budaya tiap suku tersebut kemudian mempengaruhi aturan adat, gaya hidup, prosesi adat untuk sebuah acara. Termasuk tradisi pada acara pernikahan. Tradisi tiap suku pastinya sudah berlangsung lama sejak puluhan tahun lalu, meskipun begitu makna dan filosofinya tidak pernah berubah hitidak sekarang. Salah satunya yang sangat terkenal adalah Suntiang atau Sunting yang merupakan ciri khas pernikahan adat Padang

Pernikahan bagi seorang wanita menjadi momen yang sangat spesial. Untuk mengabadikan momen tersebut tentunya Anda akan menyiapkannya dengan yang spesial dan berkesan. Salah satunya dengan menggunakan suntiang.

Siapa yang tidak tahu dengan indahnya suntiang yang mirip sebuah mahkota bagi anak daro (pengantin wanita). Suntiang yang menjadi ciri khas pengantin pada pernikahan adat Padang ini digunakan sebagai hiasan di bagian kepala. Bentuknya yang besar dihiasi dengan berbagai aksesoris lainnya membuat sang pemakai terlihat mewah dan cantik bak putri kerajaan.

Keindahannya yang sampai sekarang masih terjaga menjadi impian para pengantin wanita untuk bisa menggunakannya dihari pernikahannya. Walaupun suntiang ini terkenal dengan beratnya yang lumayan cukup bikin sakit kepala, namun rasanya tidak sebanding dengan excitement pengalaman Anda untuk bisa menggunakannya dalam sekali seumur hidup.

Tapi tahukah Anda ada sejumlah fakta yang Anda harus ketahui dahulu dari Suntiang khas pernikahan adat Padang ini, sehitidak sebelum Anda bisa menggunakannya, Anda sudah mengetahui fakta dari mahkota khas adat Sumatera barat ini.

  1. Suntiang gadang dan ketek memiliki perbedaan tingakatan.

Suntiang gadang yang biasa digunakan sang pengantin memiliki tingkatan paling rendah 7 dan bahkan ada yang mencapai 11 tingkatan. Sedangkan untuk Suntiang Ketek hanya terdiri dari 3 sampai 5 tingkat saja.

2. Suntiang tidak hanya satu jenis,

  1. Macam-Macam Suntiang (sumber : http://jejakarkeologi.blogspot.co.id/)

karena ternyata memiliki beberapa jenis Suntiang yang beragam bentuk pula berdasarkan daerahnya masing-masing, seperti : Suntiang solok yang dirangkai tanpa menggunakan kawat, Suntiang Sungayang, Tanah Datar yang memiliki mahkota, Suntiang Kurai yang berasal dari Bukittinggi, dan Suntiang Pariaman

3. Suntiang terdiri dari empat jenis hiasan yang tersusun membentuk sunting itu sendiri.

Dimulai dari hiasan pada lapisan bagian bawah yaitu deretan bungo sarunai yang berjumlah 3-5 lapis. Kemudian pada bagian selanjutnya diberikan sejumlah hiasan bunga gadang sebanyak 3 – 5 lapis. Dan untuk hiasan paling atasnya merupakan kambang goyang sebagai pelengkap tersusunnya suntiang. Untuk hiasan yang jatuh di pipi kanan dan kiri pengantin disebut dengan kote-kote.

4. Suntiang memiliki berat sekitar 3,5kg – 5 kg.

  1. Berat Suntiang (Sumber : http://jejakarkeologi.blogspot.co.id/)

Bayangkan bagaimana beratnya untuk dipakai selama minimal 2 jam. Namun Anda tak perlu khawatir, karena saat ini suntiang sudah dimodifikasi menjadi lebih ringan, namun bentuknya masih merujuk pada bentuk suntiang yang sebenarnya. Suntiang saat ini dibuat semakin praktis agar para calon pengantin wanita tidak cemas lagi menggunakannya, karena dibuat seperti bentuk bando yang siap pakai.

Anda ingin terlihat bak puteri-puteri minang? Bentuknya yang unik dan mewah memang menjadi alasan banyak wanita yang tidak ragu untuk menggunakannya. Lagi pula kapan lagi Anda bisa menggunakan suntiang khas pernikahan adat Padang kalau tidak dihari pernikahanmu saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top