5 Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Pentingnya Perjanjian Pranikah

Persiapan-Menikah-1.jpg

5 Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Pentingnya Perjanjian Pranikah,- Sebuah hubungan pernikahan yang bahagia didambakan setiap insan manusia. Padanya tertuang secangkir ikatan jiwa antar sepasang manusia. Ikatan antara dua manusia sebagai suami dan istri. Pernikahan adalah pengikatan janji antara dua orang yang secara resmi diakui agama, hukum, dan sosial. Oleh sebab itu, setiap pasangan yang berencana menikah hendaknya mempersiapkan segala hal yang perlu dipersiapkan secara matang, baik jasmani, rohani, maupun finansial.

Pentingnya Perjanjian Pranikah

Selain hal yang telah disebutkan sebelumnya, hendaknya setiap pasangan mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi di kemudian hari. Anda mungkin pernah mendengar tentang Perjanjian Pra-Nikah. Perjanjian semacam itu biasanya dilakukan dan disepakati oleh dua orang sebelum melangkah menuju ikatan perkawinan sebelum berlangsungnya perkawinan.

1. Mengikat Kedua Belah Pihak

Perjanjian Pra-Nikah 3

Perjanjian pranikah (Prenuptial Agreement) mengikat kedua calon mempelai jika sewaktu-waktu terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan, seperti perceraian maupun kematian. Memang perjanjian pra-nikah masih menjadi hal yang dilaksanakan oleh sepasang mempelai pengantin dalam adat orang Timur terutama Indonesia. Berbeda dengan orang Barat yang mana perjanjian semacam ini telah menjadi budaya sebelum dilangsungkan pernikahan.

Asumsi yang timbul ketika mendengar perjanjian pra-nikah memang kurang pantas. Masyarakat kita masih menganggap apa pentingnya membuat kesepakatan sebelum menikah, seolah mengharapkan terjadi perceraian di kemudian hari.

Padahal perjanjian pra-nikah justru melindungi kedua belah pihak antara suami dan istri khususnya anak-anak mereka ketika hal buruk terjadi dalam hubungan rumah tangga. Anggapan buruk terhadap perjanjian pran-nikah dalam masyarakat kita sungguh wajar karena kurangnya informasi mengenai perjanjian pra-nikah.

2. Hukum Nasional Mengatur Perjanjian Pra-nikah

Perjanjian PraNikah 2

Secara hukum Negara Indonesia telah mengatur perjanjian pra-nikah pada Pasal 29 Ayat 1 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bahwa sebelum pernikahan dilangsungkan, kedua belah pihak bebas untuk membentuk persetujuan bersama dalam sebuah perjanjian tertulis.

Adanya pasal tersebut menunjukkan bahwa pentingnya adanya perjanjian pra-nikah sebelum dilangsungkannya upacara pernikahan dengan tujuan melindungi hak masing-masing kedua belah pihak agar tidak ada yang merasa dirugikan. Tentunya apabila di tengah jalan terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga berisiko merugikan salah satu pihak. Bukankah ada pepatah yang berbunyi, sedia payung sebelum hujan? Dengan adanya perjanjian pra-nikah, risiko buruk dalam pernikahan bisa dicegah.

3. Perjanjian Pra-Nikah Banyak dilakukan

Beberapa sepasang selebriti Indonesia ternyata melakukan perjanjian pra-nikah sebelum melangsungkan pernikahan di antaranya pasangan selebriti Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia Wijaya, begitu pula pada pasangan selebriti fenomenal Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Perjanjian pra-nikah biasa dilakukan oleh pasangan yang memiliki harta berlebih. Adanya perjanjian pra-nikah dimaksudkan bila terjadi perceraian, maka si pasangan memperoleh hak semestinya, tidak kurang ataupun lebih.

4. Mengatur Urusan Rumah tangga Jadi Semakin Jelas

Perlu diketahui bahwa perjanjian pra-nikah tidak mengatur perihal harta bersama semata, tetapi juga mengatur kewajiban dan hak, larangan, pengaturan penghasilan masing-masing, pemisahan ataupun penyatuan harta, hingga tanggung jawab anak. Perjanjian ini dapat diubah sesuai dengan kesepakatan bersama dan tidak bertentangan dengan hukum.

Kita tahu pasangan Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia adalah salah satu pasangan selebriti romantis di Indonesia. Mereka yang sudah pasti saling mengasihi dan percaya antara satu dengan yang lain, masih membuat perjanjian pra-nikah yang ditandatangani kedua belah pihak.

5. Perjanjian Pra-Nikah Bukti Keterbukaan

Menurut Glenn dan Chelsea, keputusannya menyepakati perjanjian pra-nikah bertujuan tiada lain ingin adanya rasa saling menghargai, juga berkaitan dengan perihal harta bersama demi mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Sebuah perjanjian pra-nikah menuntut adanya keterbukaan dan kesanggupan masing-masing pihak dalam melaksanakan butir-butir perjanjian yang telah disepakatinya. Sehingga alangkah baiknya dalam membuat perjanjian tersebut menuntut adanya keterbukaan, kepercayaan, dan kesanggupan dalam melaksanakan tiap butir perjanjian yang telah disepakati.

Akhir Kata

Perjanjian pra-nikah kadang disebut-sebut sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap pasangan, sebaliknya perjanjian pra-nikah juga sebagai wujud cinta terhadap pasangan di masa depan. Pada akhirnya, penting tidaknya membuat perjanjian pra-nikah merupakan suatu pilihan bagi tiap pasangan yang akan mengikat janji pernikahan. Tidak ada paksaan di dalamnya. Bagaimanapun keputusan tetaplah di tangan Anda.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top