5 Tanda Siap Menikah Menurut Islam

Tanda-Siap-Menikah.jpg

Diantara kita mungkin ada yang bertanya-tanya, apa tanda siap menikah menurut islam? Menikah merupakan salah satu jalan terbukanya pintu surga bagi pasangan suami istri. Oleh sebab itu, melaksanakan salah satu perintah nabi ini tidaklah mudah.

Perlu kematangan berfikir, salah satunya untuk menyelesaikana masalah dalam rumah tangga. Sebelum memutuskan untuk menikah alangkah baiknya kenali tanda siap menikah menurut islam, seperti berikut ini.

Tanda Siap Menikah

1. Akil Balig Serta Berakal

Akil balig serta berakal merupakan syarat utama umat muslim siap untuk menikah. Syarat utama ini tentu menjadikan manusia berkeinginan untuk selalu belajar. Dalam membangun rumah tangga kedua belah pihak, suami maupun istri harus mau mematangkan diri, selalu belajar, dan menimba ilmu agama.

Tidak perlu menunggu ibadah dan amal sempurna, hal ini justru membuat seseorang tidak kunjung melaksanakan pernikahan. Cukup sempurnakan niat dan  akal, sehingga nantinya dapat terus belajar menyempurnakan ibadah, amal, dan ilmu bersama.

2. Memiliki Bekal Ilmu

Seperti yang dijelaskan pada syarat sebelumnya, bahwa tidak perlu ilmu yang sempurna. Bukan tidak memiliki ilmu sama sekali, akan tetapi cukup memiliki bekal dasar ilmu agama. Terutama lelaki, tujuannya untuk mengajarkan, mengingatkan, dan menasehati istri.

Sedangkan untuk wanita, perlunya dasar ilmu agama agar dapat mendampingi ataupun melayani. Semua hal yang dilakukan dalam rumah tangga membutuhkan ilmu. Itulah pentingnya mempelajari ilmu agama sejak dini.

3. Mampu Memenuhi Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan alasan utama seseorang tidak kunjung menikah. Sebagian besar dari mereka memang siap bertanggung jawab atas diri sendiri, tapi belum tentu siap bertanggung jawab untuk istri. Misal, suami wajib memberi makan kepada istri ketika ia makan, suami wajib memberi pakaian kepada istri ketika ia berpakaian, serta memberi tempat tinggal yang layak sesuai kadar kemampuannya.

Sementara itu, tanggung jawab istri menerima penunaian tanggung jawab suami dengan tangan terbuka, tidak diperbolehkan menuntut suami untuk memberikan sesuatu yang tidak bisa suami berikan. Masih ada tanggung jawab lainnya, yaitu memenuhi nafkah batin.

4. Siap Menjadi Orangtua

Bedakan antara menyegerakan menikah dan tergesa-gesa menikah. Menyegerakan menikah memiliki tujuan untuk membangun keluarga yang diberkahi dengan kebaikan serta sakinah (penuh ketenangan). Sebaliknya, menikah dengan tergesa-tergasa menimbulkan masalah demi masalah. Hal ini karena tergesa-gesa cenderung tidak menyiapkan segalanya dengan matang.

Dari sini pahami, menyegerakan menikah berarti siap dengan semua hal yang hadir dalam rumah tangga, terutama siap memiliki anak dan menjadi orang tua. Bukan hanya siap sekadar menghalalkan hubungan antara lawan jenis semata.

5. Menerapkan Syari’ah Islam dalam Diri Sendiri

Memiliki status sudah menikah, itu artinya bukan lagi hidup untuk mengatur diri sendiri melainkan mengatur suami atau istri serta anak-anaknya. Dengan demikian, sulit bagi seseorang untuk menerapkan syari’ah dalam keluarga jika diri sendiri belum menerapkan syari’ah.

Sebaiknya, terapkan syari’ah dalam diri sebelum mendampingi suami atau istri serta anak-anaknya kelak agar rumah tangga senantiasa mendapat ridho dari Allah SWT.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top