9 Hal Unik Yang Hanya Kamu Temui di Adat Perkawinan Jawa

Adat-Perkawinan-Jawa2.jpg

9 Hal Unik Yang Hanya Kamu Temui di Adat Perkawinan Jawa,- Jawa adalah pulau yang sangat padat dan memiliki beragam suku dan bahasa. Di pulau ini ada banyak kabupaten/kota yang memiliki keunikannya masing-masing. Tak terkecuali prosesi adat istiadat pernikahan yang dilakukan masyarakat setempat. Unik memang dengan berbagai ritual yang aneh (untuk masyarakat asing) namun sebenarnya mengandung makna yang begitu sakral.

Begini Adat Perkawinan Jawa

Keunikan Adat Jawa ini berlangsung dalam masyarakat selama berabad-abad dan menjadikan suatu hal yang tabu apabila tidak dilaksanakan. Namun, perlu kita pelajari dan ketahui apa saja yang menjadi ciri khas unik dalam ritual  pernikahan jawa. Dan apa makna dari rituaal-ritual unik tersebut.

1. Ritual sebelum pernikahan

Adat Perkawinan Jawa 7

Ritual ini dilakukan dari proses mulai mengenal atau disebut dengan cokong sampai pada tahap melamar. Nah, dalam tahap pertama seorang wali akan diutus untuk menanyakan apakah putri belum memiliki orang yang hendak melamarnya. Tugas utusan hanya untuk menanyai status dari wanita. Setelah mendapatkan jawaban bahwa gadis belum ada yang melamar, baru dilanjutkan ke acara berikutnya.

Mempelai pria dan keluarga akan melakukan ritual nontoni. Ritual ini semacam ta’aruf dalam islam, dimana para calon akan diberi kesempatan melihat fisik dan kepribadian masing-masing. Baru kalau keduanya cocok, akan dilanjutkan dengan lamaran. Lamaran dilakukan untuk mempertemukan laki-laki dan perempuan serta keluarga. Biasanya juga dilakukan untuk menentukan hari pernikahan yang baik.

2. Seserahan

Biasanya dalam ritual ini sang pria datang dengan membawa makanan maupun buah-buahan sekaligus juga untuk tukar cincin. Hal ini dilakukan untuk meningsetkan atau mengikat hubungan mereka. Biasanya juga memberi sejumlah uang untuk membantu meringankan beban biaya pernikahan mempelai.

3. Siraman, paes, dan midhodareni

Pada tahaban ritual ini, mempelai wanita dan pria disiram dengan menggunakan kembang sebagai bagian dari bentuk pertolongan untuk kelancaran prosesi pernikahan. Paes adalah ritual menghilangkan bulu pada dahi wanita agar tampak bercahaya. Selanjutnya midhodareni adalah waktu untuk bersilaturahmi dengan keluarga wanita dan malamnya dianggap sebagai malam yang baik karena turunnya bidadari.

4. Menginjak Telur

Menginjak telur diartikan sebagai pengharapan agar wanita memperoleh keturunan sebagai bagian dari kasih sayang. Dilanjutkan dengan wanita membasuh kaki pria yang dimaknai sebagai kesetiaan seorang wanita.

5. Sikepan sindur (Tali kasih sayang yang erat)

Ritual ini dilakukan dengan mengikatkan kain kepada mempelai wanita dan pria untuk dibawa ketempat duduk. Hal ini melambangkan pengharapan agar mereka selalu memiliki kesetiaan dan erat hubunganya tak terpisahkan. Biasanya dalam ritual ini tali, ayah mempelai wanitalah yang melakukanya.

6. Pangkuan : bebagi kasih sayang dengan adil

Mempelai pria dipersilahkan untuk duduk dipangkuan ayah mempelai wanita sebelah kanan sedangkan wanita duduk dipangkuan sebelah kiri. Dalam hal ini melambangkan adanya kasih sayang yang adil antara mereka berdua.

7. Kancar-kuncur : Lambang kesejahteraan

Dalam hal ini sang pria menuangkan biji-bijian, uang receh dan beras kuning kepangkuan wanita. Hal ini sebagai simbol adanya tangung jawa seorang suami untuk menfkahi istri sedangkan sang istri memiliki tangung jawab untuk mengelolanya.

8. Dulang-Dulangan

Bermakna saling tolong-menolong dan rukun. Dulang-dulangan dilakukan sang suami menyuapi istri dan sebaliknya, dilakukan sebanyak tiga kali.

9. Sungkeman

Bermakna berbakti kepada kedua orangtua atau mereka yang lebih tua. Dilakukan dengan mencium tangan ayah dan ibu mempelai pria dan wanita secara bergantian.

Demikianlah ritual unik yang bukan hanya sebuah ritual adat penikahan Jawa, tetapi memiliki makna tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top