Alasan-Alasan Perceraian Yang Diperbolehkan Menurut Undang-Undang

Alasan-Perceraian-.jpg

Perlu anda ketahui jika perceraian hanya bisa dikatakan sah setelah adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Itupun dengan jalan panjang dan alasan perceraian yang dapat diterima. Dengan kata lain maka perceraian tersebut harus melalui pengadilan dan tidak bisa tidak melalui pengadilan atau hanya dalam lisan saja. Walaupun memang secara agama, kata cerai yang diucap suami dengan beberapa ketentuan sudah dipandang sebagai ungkapan cerai.

Memang tidak akan mudah untuk menggugat ataupun memohon cerai ke dalam ranah pengadilan. Harus disertai dengan alasan-alasan yang cukup menurut hukum sehingga nantinya perceraian tersebut dapat dikabulkan oleh pengadilan. Adapun memang alasan tersebut telah diatur dalam Pasal 39 ayat 2 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.

Alasan Perceraian

Alasan Perceraian

Adapun alasan-alasan yang dapat dijadikan sebuah dasar untuk melakukan sebuah perceraian adalah:

  1. Adanya salah satu pihak yang berbuat zina atau menjadi pemabok, penjudi, pemadat dan lain sebagainya serta sukar untuk disembuhkan.
  2. Terdapat salah satu pihak yang meninggalkan yang lain selama kurun waktu 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa adanya izin pihak yang lain dan tanpa alasan yang benar-benar sah atau karena hal lain diluar dari kemampuannya;
  3. Jika salah satu pihak tersebut telah mendapat hukuman penjara selama 5 (lima) tahun atau hukuman yang dinyatakan lebih bera setelah perkawinan tersebut berlangsung;
  4. Adanya salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang dapat membahayakan terhadap pihak yang lain yang terkait.
  5. Apabila salah satu pihak telah mendapat cacat badan atau penyakit yang bisa mengakibatkan tidak bisa untuk menjalankan kewajiban sebagai suami atau isteri.
  6. Antara suami dan isteri tersebut terus-terusan terjadi sebuah perselisihan dan pertengkaran sehingga tidak ada harapan lagi hidup rukun lagi dalam rumah-tangga tersebut.
  7. Khusus untuk yang beragama islam terdapat tambahan dua alasan perceraian selain alasan-alasan yang ada di atas, sebagaimana telah diatur di dalam pasal 116 Kompilasi Hukum Islam yaitu:
  • Suami telah melanggar taklik-talak.
  • Adanya peralihan agama atau murtad yang bisa menyebabkan terjadinya ketidak rukunan di dalam rumah tangga tersebut.
  • Jika terjadi hal tersebut maka dengan kata lain hakim tidak dapat mengabulkan gugatan cerai di luar alasan-alasan di atas.

Demikian adalah alasan-alasan perceraian yang diperbolehkanny terjadi perceraian menurut hukum Indonesia. Yang pasti selama proses perceraian kedua belah pihak akan sangat terkuras baik pikiran, tenaga dan juga keuangan. Jadi alangkan lebih baik kalau bisa pertahankanlah hubungan keluarga. Pada saatnya nanti, pasti ada titik kebahagian.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top