Begini Kalimat Ijab Qobul Dari Penghulu

Prosesi ijab qobul merupakan detik-detik yang sangat menegangkan bagi calon mempelai, terlebih bagi calon suami. Tidak bisa diremehkan memang betapa gugupnya mengucapkan kalimat dalam satu tarikan nafas dihadapan penghulu, wali dari calon istri dan sanak saudara yang hadir. Tidak sedikit dari mereka salah mengucapkan kalimat ijab qobul karena grogi.

Maka salah satu tips supaya lancar saat ijab qobul ialah pastikan bahwa lidahmu hafal di luar kepala kalimat ijab qobul tersebut. Ketika kamu sudah terbiasa bahkan hafal kalimat ijab qabul, tentu resiko salah saat mengucapkan akan lebih sedikit. Berikut kami rekomendasikan redaksi kalimat ijab qabul yang biasa digunakan penghulu, yaitu:

Akad Ijab Wali Nikah

kalimat ijab qobul nikah

Pada susunan redaksi ini, akad ijab dilakukan oleh wali nikah dari calon istri dalam hal ini bisa ayah, saudara laki-laki, atau laki-laki dari keluarga calon istri yang dianjurkan berdasarkan hukum. Pada dasarnya redaksi dari akad ijab qobul ini terlihat tidak ada bedanya. Namun, posisi pengantin wanita disini yang nanti membedakan susunan kalimat ijab qobul. Berikut dua versi akad ijab berserta penjelasannya.

Versi Pertama

Untuk akad ijab yang dilakukan wali nikah biasanya menggunakan kalimat beriku”

saya nikahkan dan saya kawinkan engkau (ditujukan buat pengantin pria) kepada anak kandung saya (buat pengantin wanita)”.

Untuk versi yang pertama ini posisi duduk wali nikah berhadapaan dengan pengantin pria sambil berjabat tangan. Sementara posisi pengantin wanita tidak berada satu ruangan atau berada terpisah dengan pengantin pria, seperti menunggu di kamar.

Versi Kedua

Untuk akad versi ini sudah sering kita temukan di masyarakat kita. Banyak pasangan memilih mengucapkan akad ini pada saat prosesi ijab qobul. Alasannya karena dianggap lebih pas dan enak di dengar. Akad ini diucapkan oleh wali nikah dari pengantin wanita.

Prosesnya ialah sang wali nikah duduk berhadapan dengan pengantin pria sambil memegang erat tangannya. Sedangkan pengantin wanita duduk di samping atau belakang pengantin pria sambil mendengarkan ijab qobul dilakukan. Redaksi kalimat akadnya seperti ini:

wahai saudara Ahmad bin Fulan, saya nikahkan dan kawinkan, Fatimah, putri saya, binti Muhammad Yahya kepadamu dengan mas kawinnya seperangkat alat sholat di bayar tunai”

Setelah wali nikah mengucapkan kalimat akad ijab tersebut, barulah pengantin pria membalasnya dengan mengucapkan akad qobul dengan tetap memegang tangan wali nikah. Sejak saat itu wali nikah telah resmi menyerahkan puterinya kepada pengantin pria.

Akad Qobul Penganti Pria

Pada dasarnya terdapat dua susunan redaksi akad ijab dan qobul yang bisa dilakukan. Pertama, besaran mas kawin disebutkan pada akad ijab yang dilakukan oleh wali nikah. Kedua, pengantin pria dalam akad qobul turut mengucapkan besaran mas kawin.

Kedua versi tersebut sama-sama sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara syariat. Yang terpenting adalah kedua belah pihak setuju dan saling mengerti.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *