Begini Nikmatnya Nikah Dengan Ta’aruf, Yang Pacaran Pasti Iri!

istri-idaman-1.jpg

Begini Nikmatnya Nikah Dengan Ta’aruf, Yang Pacaran Pasti Iri!,- Banyak cara tak terduga dari Yang Kuasa ketika ingin mempertemukan siapa jodoh kita. Ada yang bertemu jodohnya setelah melalui proses gonta ganti pacar, ada yang hanya sekali ketemu langsung nikah, dan ada pula yang melalui proses ta’aruf. Ya, ta’aruf adalah proses perkenalan yang dilakukan dua insan ketika ingin melihat kecocokan untuk membentuk ikatan keluarga. Ta’aruf dikenal dan sering dijalankan oleh mereka yang memegang teguh prinsip agama islam. Islam memang tak mengenal istilah pacaran.

Bagi islam, pacaran hanya memiliki dampak negatif saja. Sehingga islam sama sekali tidak menganjurkan pacaran, malah sebaliknya. Islam melarangnya. Tapi karena itu, sering kali ada yang ada yang bertanya bagaiman cara kita mengenal pasangan jika kita tidak berpacaran?. Apakah kita akan membeli kucing dalam karung?. Dan berbagai peguatan argumen lain mengenai pembenaran aktivitas pacaran.

Nikah Dengan Ta’aruf, Ini Sisi Positifnya

Islam adalah agama rahmatan lilalamin yang menjadi mengayom dalam memilih jalan kebaikan. Islam memperkenalkan sistem ta’aruf dalam memilih pasangan. Nah kenapa kita musti ta’aruf apa sih kelebihan ta’aruf. Mari kita bahas mengenai ta’aruf lebih dalam dan kelebihan-kelebihan nikah dengan ta’aruf itu sendiri.

1. Menjauhkan diri dari hal negatif

menikah dengan ta'aruf

Sebagaimana kita tahu bahwa ta’aruf adalah sebuah proses perkenalan antara laki-laki dan perempuan dimana proses ta’aruf itu sendiri harus dilakukan dengan wali sebagai penjaga batas-batas saat dilakukannya pertemuan. Jadi kamu tidak bisa saling goda sebelum waktunya, baru deh kalau sudah sah, bisa kamu bermanja bersama. Terlalu lama pacaran sebelum nikah, juga seringnya tidak baik.

2. Mendapatkan sosok yang jelas dan baik

istri idaman

Nah, pertanyaanya mengapa ta’aruf bisa disebut hal yang jelas dan banyak kebaikan didalamnya?. Diantara kebaikannya adalah adanya kejelasan mengenai sosok yang dikenalkan oleh perantara terdekat. Sebagaimana diketahui ta’aruf akan berjalan apabila ada media yang memperkenalkannya, sebagaimana tujuannya yang baik dengan cara yang baik pula pemilihannya juga dilakukan dengan baik.

 

3. Tidak menunda-nunda pernikahan sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak di inginkan

Dalam ta’aruf boleh memberikan jangka waktu untuk melakukan pemantapan hati seperti sholat istikharah, dan mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan calon. Namun, bukan berarti hal tersebut tifak memiliki waktu alangkah sangat dianjurkan apabila telah benar-benar mantap akan pilihan maka diwajibkan untuk segera menghalalkan.

4. Lebih terjaga dan menjaga

Chattingan dalam ta’aruf diperbolehkan asalkan dalam batas-batas yang wajar. Tidak boleh sang ikhwan atau sang akhwat saling memberikan perhatian atau pun hal-hal yang tidak penting di bahas dalam chattingan.  Ada yang berpendapat bahwa chatingan antara lawan jenis tanpa ada hal yang syar’i hukum nya sama seperti berkhalwat.

Karena yang ada hanya antara ikhwan dan akhwat itu saja, namun apabila ada hal-hal yang benar-benar penting maka diperbolehkan untuk berkomunikasi dengan batasan-batasan tertentu.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top