Benarkah Islam Menganjurkan Berkunjung Saat Lebaran? Ini Hukumnya

Hukum-Berkunjung-Saat-Lebaran.jpg

Berkunjung saat lebaran sudah menjadi tradisi di Indonesia dari jaman dahulu kala. Lantas bagaimana hukum sebenarnya berkunjung ketika lebaran. Perilah ini masih menjadi perkara khilafiyah dengan ijtihad masing-masing ulama. Berikut uraian singkatnya mengenai bagaimana hukum berkunjung saat lebaran berdasarkan fatwa dari sejumlah ulama.

Hukum Berkunjung Saat Lebaran

1. Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr

Ada penanya yang mengajukan pertanyaan tentang hukum berkunjung saat lebaran ke kerabat ketika Idul fitri. Baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal. Maka beliau, hafizahullah menjawab:

Ziarah kubur ketika Idulfitri atau hari Jumat dengan niat mengkhususkan tidak diperbolehkan. Sedangkan mengunjungi kerabat ketika Hari Lebaran tidaklah mengapa. Mengkhususkan ziarah kubur di hari-hari tertentu termasuk menjelang atau saat lebaran tidak ada ulama yang melakukan hal demikian.

2. Fatwa Syaikh Abdullah Al Faqih

Seorang penanya juga pernah memberikan pernyataan kepada Syaikh Abdullah Al Faqih. Pertanyaannya adalah:

“Apakah mengunjungi sanak saudara dalam rangka merayakan hari lebaran termasuk perbuatan yang disunahkan? Apakah termasuk pengkhususan hari tertentu yang terlarang. Sebab ada ulama yang mengatakan bahwa mengunjungi orang yang masih hidup sama hukumnya dengan mengunjungi yang sudah mati (ziarah kubur).

Maka beliau hafizhahullah menjawab:

Saling berkunjung antar kerabat, teman, dan tetangga dekat pada hari Idulfitri adalah perbuatan yang memiliki landasan dalil dalam syariat (masyru’). Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiallahu’anha. Beliau berkata:

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam masuk ke rumah. Pada saat itu aku sedang bersama dua anak wanita yang bersenandung bu’ats. Maka beliau bersandar di tempat tidur dan wajahnya menoleh kepada dua anak wanita yang bernyanyi tersebut. Kemudian datanglah Abu Bakar….”

Kemudian terdapat penambahan dalil dari hadist tersebut yang diriwayatkan oleh Hisyam. Rasullullah bersabda dimana isinya bahwa setiap kaum memiliki Id-nya tersendiri. Dan pada hari tersebut adalah hari Id kaum muslim.  

3. Fatwa Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali

Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengemukakan bahwa berkunjung ketika lebaran merupakan perbuatan yang baik. Kerabat merupakan orang-orang yang paling wajib untuk dijaga jalinan tali silaturahminya. Sebab mereka memiliki qurabah (hubungan keluarga) dengan kita.

Maka berbuat baiklah kepada mereka. Jika ada waktu, kunjungilah maka dengan demikian akan membuat hati bergembira.

4. Kesimpulan

Dari ketiga fatwa diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa berkunjung saat lebaran dibolehkan dengan sejumlah alasan sebagai berikut:

  • Kegiatan diatas dikategorikan non-ibadah. Dan asal mula hukumnya adalah mubah.
  • Idulfitri merupakan hari dimana orang-orang saling berkumpul dan bertemu. Seperti yang dinukil dalam Lisaanul ‘Arab yang bunyinya; “Id juga berarti hari yang biasanya orang-orang saling berkumpul dimana asal katanya adalah mengulang melakukannya (kumpul-kumpul).
  • Hari raya merupakan hari bergembira. Seperti yang ada pada sabda Rasullullah Sallahu ‘Alaihi Wassalam dalam hadist qudsi: “Allah Ta’ala berfirman: orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (Muttafaqun ‘alaih).
  • Kaum salaf pun mengamalkan hal tersebut. Sebagaimana yang dijelaskan pada Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah.

Jadi berkunjung saat lebaran boleh-boleh saja dilakukan meskipun sebagian ulama menganggapnya sebagai bid’ah. Yang jelas, permasalahan ini termasuk ke dalam ranah ijtihadiyyah dimana masing-masing ulama memiliki pendapat yang kuat. Semoga bermanfaat.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top