Cara Membuat Surat Gugatan Perceraian

Surat-gugatan-perceraian.jpg

Setelah bicara soal berkas-berkas yang perlu disiapkan dalam perceraian pada tulisan: Cara Mengurus Berkas Perceraian Sendiri, Sekarang kita bahas bagaimana cara membuat surat gugatan. Surat gugatan perceraian ini perlu kamu buat sendiri kalau kamu tidak meminta bantuan hukum.

Yang perlu diingat, surat ini hanya dibuat ketika memang rumah tangga sudah benar-benar tidak dapat dipertahankan lagi. Kedua belah pihak juga sudah merasa tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai suami istri sehingga perceraian menjadi sebuah pilihan terbaik. Bila yang mengajukan gugatan cerai adalah pihak istri maka surat gugatan perceraian dinamakan “Cerai Gugat”.

Namun bila yang mengajukan surat gugatan perceraian adalah pihak suami maka nama surat gugatan adalah “Permohonan Cerai Talak”. Tapi untuk selanjutnya “Cerai Gugat” atau “Permohonan Cerai Talak”, dapat ditulis dengan nama “Gugatan Cerai”.

surat gugatan perceraian

Cara Membuat Surat Gugatan Perceraian

Adapun pada prinsipnya memang tata cara pembuatan surat gugatan cerai adalah sebagai berikut:

1. Menyantumkan identitas para pihak

Identitas para pihak yang disebutkan terdiri dari:

  • Nama Lengkap
  • Agama
  • Tempat, umur dan tanggal lahir;
  • Tingkat pendidikan akhir dan Pekerjaan;
  • Tempat tinggal saat ini

2. Alasan yang melandasi mengapa bercerai

  • Di dalam surat tersebut menjelaskan alasan cerai secara singkat, padat dan cermat (menggunakan inti utama alasan cerainya tersebut apa)
  • Tuntutan-tuntutan
  • Tuntutan status cerai tersebut
  • Adanya tuntutan Hak asuh anak
  • Harta bersama atau gono gini kedua belah pihak

Yang Perlu Diperhatikan

Adapun mengenai penulisan identitas atau nama lengkap para pihak sendiri ditulis lengkap sesuai dengan apa yang sudah tertera dalam buku nikah tersebut. Mengenai status jenjang pendidikan, ditulis menyesuaikan dengan tingkat pendidikan akhir para pihak-pihak misalnya D3 atau S 1, dan seterusnya.

Selain itu mengenai pekerjaan dapat ditulis sesuai dengan kenyataan, misalnya seorang ibu rumah tangga atau karyawan swasta, pegawai BUMN atau Pengawai Negri Sipil (PNS).

Adapun mengenai alasan mengapa bercerai bisa ditulis dengan konsep:

  • Waktu kapan awal ketidakharmonisan tersebut.
  • Sebab ketidakharmonisan kedua belah pihak
  • Kapan puncak ketidakharmonisan yang terjadi

Telah dijelaskan jika mengenai tuntutan sendiri yaitu menginginkan status bercerai. Jika ingin hak asuh anak terdapat pada pihak istri atau di suami maka anda dapat menuliskan tuntutan hak asuh anak ada di siapa. Jika memang tidak mengajukan tuntutan hak asuh anak maka hak asuh anak tersebut akan dipelihara secara bersama-sama nantinya.

Selain itu apabila terdapat harta bersama atau harta gono gini, maka harta gono gini tersebut adalah harta yang tercipta selama dalam masa perkawinan. Apabila harta tersebut memang ingin diminta lagi haknya oleh para pihak tersebut maka maka konsep pembagiannya adalah sama rata, yaitu 50:50 antara suami dan istri tersebut.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top