Cara Mendaftarkan Surat Pernikahan di KUA

buku-nikah.jpg

buku nikah (sumber : https://i0.wp.com/www.infosumbar.net//aset/arsip/2014/04/buku-nikah.jpg)

Pernikahan adalah waktu yang sangat ditunggu banyak pasangan. Peristiwa pernikahan adalah suatu peristiwa yang agung dan sakral. Dimana saat itu adalah saat yang paling dikenang dalam perjalanan hidup seseorang. Bahkan lebih dari itu, peristiwa ini tidak saja menyangkut hubungan sesama manusia, tetapi juga manusia dengan Tuhan., terutama menyangkut sah atau tidaknya suatu perkawinan.

Mengurus persiapan pernikahan adalah gampang gampang susah. Tentu saja karena banyaknya kelengkapan yang harus di sediakan, banyak pasangan calon pengantin harus bolak-balik ke kator KUA untuk mengurus berkas-berkas. Nah sebenarnya bagaimana sih prosedur mengurus surat nikah di KUA?.

Prosedur Mengurus Surat Nikah di KUA

Fungsi KUA dibidang pencatatan nikah adalah mencatat segala bentuk pernikahan secara sah menurut agama islam, yakni menerima persyaratan administrasi yang harus dipenuhi menurut syarat dan rukunnya. Jadi secara prinsip fungsi KUA adalah menghadiri, mengawasi dan mencatat suatu pernikahan

ww.infosumbar.net

Tata cara menikah di KUA adalah sebagai berikut:

  1. Calon mempelai meminta surat pengantar RT/RW di tempat tinggal masing-masing untuk mengurus pernikahannya ke Kelurahan
  2. Surat pengantar dari RT/RW, ditambah fotocopy kartu keluarga (KK) , KTP calon mempelai dan wali nikahnya, kemudian dibawa ke Kelurahan untuk mendapatkan formulir model N1 (Surat Keterangan Nikah), N2 (Surat Keterangan Asal-usul), N3 (Surat Persetujuan Mempelai) dan N4 (Surat Keterangan Tentang Orang tua)
  3. Isi Formulir tersebut dan fotocopy KTP/KK dilegalisir di Kelurahan
  4. Jika semuanya sudah dilengkapi lalu bawa ke KUA bagian pencatat nikah ditambah photo calon mempelai pria dan wanita ukuran 3X4 sebanyak 3 lembar. Untuk anggota TNI dan POLRI berpakaian Dinas
  5. KUA akan meminta surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) diatas kertas segel, diketahui RT/RW
  6. Bagi yang berstatus janda/duda cerai mati, harus melampirkan surat keterangan kematian/ akte kematian model N6 dari Lurah setempat.
  7. Bagi yang berstatus mempunyai istri, harus melampirkan surat ijin poligami dari pengadilan agama setempat.
  8. Bagi calon mempelai yang bukan bertempat tinggal di wilayah kecamatan tempat dicatatkannya akta nikah, harus melampirkan surat rekomendasi nikah (bagi calon istri) atau surat numpang nikah (bagi calon suami) dari KUA domisili masing-masing. Serta melampirkan surat keterangan wali nikah dari lurah yang dilegalisir oleh KUA wilayah domisili.
  9. Bagi calon mempelai yang memiliki KTP Musiman (KIPEM) harus dilengkapi dengan surat keterangan nikah model N1, N2, N3 dan N4 dari lurah asal yang bersangkutan ditambah surat rekomendasi dari KUA setempat.
  10. Bagi calon pengantin anggota TNI/ Polri harus dilengkapi dengan surat ijin menikah dari atasan yang berwenang.

Untuk pernikahaan campuran (beda kewarganegaraan, salah satunya bukan WNI), persyaratan umum diatas harus dilengkapi dengan akte kelahiran, surat tanda lapor diri dari kepolisian, surat model K2 dari dinas kependudukan, tanda lunas pajak bangsa asing dari kantor pajak, keterangan ijin masuk sementara (KIMS) dari imigrasi, passport dan surat keterangan dari kedutaan atau perwakilan diplomatik yang bersangkutan.

Bagaiama dengan pernikahan BEDA AGAMA?,

KUA hanya mencatatkan pernikahan untuk umat Islam. Jika salah satu mempelai NON MUSLIM, KUA tidak boleh mendaftarkannya, kecuali setelah yang bersangkutan masuk agama Islam dan bersedia memenuhi persyaratan nikah dalam Islam.

KUA mensyaratkan waktu mendaftar surat nikah minimal 10 HARI (hari libur tidak dihitung) sebelum hari H (waktu pelaksanaan). Untuk lebih mudahnya, dianjurkan satu bulan sebelumnya. Bagi calon pengantin yang mendaftar kurang dari 10 hari kerja harus melampirkan surat dispensasi nikah dari Kecamatan.

Jika semua persyaratan sudah lengkap maka proses pendaftaran akan berlangsung cepat.

Selanjutnya calon pengantin akan mendapat penyuluhan singkat dari BP-4 dan diminta melakukan suntikan kesehatan atau IMUNISASI dari Puskesmas yang berada di area KUA.

Setelah semuanya selesai, calon mempelai tinggal menunggu surat panggilan dari KUA (bagi yang mau menikah di KUA) atau bagi yang mau menikah diluar KUA tinggal mencatatkan tanggal, waktu dan tempat dilaksanakannya pernikahan.

Nah, Jadi itulah beberapa kesiapan berkas-berkas yang perlu Anda siapkan sebelum mengurus surat nikah di KUA. Semoga informasi ini membantu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top