Cara Menentukan Besaran Biaya Catering Pernikahan

Setiap orang pasti menginginkan sebuah pernikahan. Beberapa orang bahkan menargetkan akan menikah pada umur tertentu. Sebagian dari mereka bekerja keras untuk mengumpulkan uang demi sebuah pernikahan yang diimpikan. Hal ini sering terjadi di kalangan kaum laki-laki, karena mereka lah yang nantinya akan membiayai sebagian besar biaya pernikahan, termasuk biaya catering pernikahan.

Makanan atau hidangan adalah salah satu faktor utama pendukung subah pernikahan. Kuliner yang enak dan memanjakan lidah para tamu undangan merupakan bagian dari kesuksesan suatu pernikahan. Hal ini menjadi alasan mengapa kamu sebaiknya cara menghitung biaya catering pesta pernikahan. Nah, berikut ini kami akan menjelaskan tips menghitung biaya catering pernikahan.

biaya catering pernikahan

Biaya Catering Pernikahan

Presentase Hidangan

Dimulai dari yang paling penting yaitu besaran dana yang dibutuhkan untuk menggelar sebuah pesta pernikahan. Pada suatu pesta pernikahan, makanan menempati urutan pertama dengan presentase 30-40% dari total biaya pernikahan. Jadi, jika kamu sudah mengetahui kisaran biaya untuk hidangan yang akan disuguhkan, sama artinya kamu tahu total biaya pernikahan kamu.

Misalnya jumlah total katering dan hotel Rp. 30.000.000,- maka biaya keseluruhan yang kamu butuhkan untuk pernikahan kamu adalah 100 juta. Dengan asumsi makanan 30 persen. Sedang jika prosentase biaya katering dan hotel yang kamu butuhkan adalah 40 persen, maka biaya pernikahan total kamu adalah 75 juta.

Semakin kecil prosentasi biaya katering dan hotel, semakin besar biaya pernikahan yang kamu butuhkan. Semakin besar prosentasi katering dan hotel, semakin kecil biaya pernikahan. Meski demikian, jangan sekali-kali menguragi jumlah presentase untuk katering dan hotel hingga 15% atau bahkan 10%. Dan jangan menambah hingga 50 persen.

Seperti yang kita ketahui bahwa pesta pernikahan di Indonesia adalah sebuah pesta keluarga. Dimana sangat jarang seseorang datang kesebuah pernikahan sendiri. Oleh karena itu, jika kamu mengurangi jumlah porsi dari katering, kemungkinan buruk yang bisa terjadi adalah sebagian tamu kamu tidak mendapatkan hidangan yang disajikan.

Hitung Jumlah Porsi Hidangan

Rumus yang mudah dalam menentukan jumlah porsi hidangan adalah mengalikan dua jumalah tamu undangan. Hal ini karena tamu undangan diperkirakan membawa pasangan saat dating ke pesta pernikahan. Misalnya, jika tamu undangan berjumlah 300 orang, maka jumlah undangan yang harus kamu pesan adalah 600 porsi.

Namun, tamu undangan yang dapat hadir di acara pernikahan tentu tidak akan mencapai 100%. Untuk itu, kamu dapat mengurangi jumlah porsi sebesar 10%. Disisi lain, jika kamu mengundang teman-teman kamu secara online, maka kamu justru harus menambah porsi katering yang dipesan.

Selanjutnya adalah menghitung jumlah porsi tersebut ke dalam bentuk hidangan prasmanan (buffet) dan gubukan (stall). Perbandingan buffet:stall yang umum adalah 60:40. Jadi, jika kamu memesan 1.000 porsi, maka contoh alokasi hidangannya adalah 600 porsi buffet dan 400 porsi stall.

  • Jika anggaran kamu berjumlah 100 juta, dan jumlah tamu yg datang adalah 1000 orang, maka jika katering 30 % ; 30% x Rp. 100 juta = 30 juta. Jika 40% maka katering 40 jt.
  • Dengan rincian: jumlah tamu 1000 orang, maka untuk porsi amannya : jumlah buffet 70% ( 60 % = 600 porsi untuk di meja tamu dan 10 % = 100 porsi untuk di meja keluarga, 40 %  = 400 porsi x 5 untuk ( 2000 porsi) menu gubukan, tidak termasuk dengan dessert.

Menghitung jumlah porsi katering yang akan kamu pesan juga memerlukan perhitungan cermat. Hal ini untuk menghindari terjadinya kurangnya porsi hidangan untuk para tamu undangan. Apa jadinya jika makanan yang disediakan kurang? Pasti sebagai pemilik hajatan, kamu akan merasa malu kepada tamu yang tidak kebagian hidangan yang kamu sajikan. Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam menghitung biaya catering pernikahan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *