Fakta Unik Pernikahan Sunda

1246a9915e57462dd27272d4fe7e22dc.jpg

sumber : hipwee.com

                                                 pernikahan sunda (sumber : pintrest.com)

Banyaknya adat dan budaya di Indonesia, tentunya menjadikan banyak pula macam prosesi pernikahan adat yang berbeda-beda. Seperti prosesi pernikahan adat sunda ini, kekayaan budaya tatar sunda dapat kita lihat lewat prosesi pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor namun tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat.

Dalam pernikahan adat sunda hampir sama dengan adat pernikahan jawa dan daerah lainnya. Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan. Diawali dengan meminta izin kepada kedua orangtua melalui pengajian.

Dilanjutkan dengan siraman sampai prosesi pernikahan. Bagi banyak orang sunda, tahap-tahap prosesi pernikahan adat wajib untuk dilakukan.

Yuk simak berbagai prosesi pernikahan adat sunda  sebelum sampai sesudah pernikahan berikut ini.

Prosesi Pernikahan Adat Sunda Sebelum Hari H

                             sumber : hipwee.com

Pernikahan dalam adat sunda dipersiapkan pada jauh-jauh hari dengan berbagai tahap dan proses yang seringkali menjadikan calon pengantin kelelahan. Namun persiapan pernikahan ini bukan tanpa tujuan, melainkan ada tujuan dan makna-makna tertentu yang diselipkan pada setiap tahapannya. Berikut ini adalah tahap pernikahan adat sunda ketika akan melakukan akad nikah.

Pada hari yang telah disepakati oleh kedua belah pihak calon pengantin, rombongan calon pengantin laki-laki akan datang ke rumah calon pengantin perempuan. Bawaan yang ditenteng adalah mas kawin sesuai dengan kemampuan calon pengantin laki-laki, lalu membawa peralatan dapur, peralatan kamar tidur, gentong sebagai tempat menyimpang beras, kayu bakar, dan berbagai macam seserahan yang telah disiapkan.

Ketika calon pengantin laki-laki sudah tiba di rumah calon pengantin perempuan, akan ada penyambutan dengan mengalungkan untaian bunga melati dan gunting pita. Setelah itu terjadi serah terima calon pengantin laki-laki dan diantarkan menuju mesjid untuk akad nikah. Jika akad sudah selesai, pengantin sudah boleh didudukkan bersama lalu diadakan saweran.

Saweran adalah upacara pemberian nasihat dengan menggunakan nyanyian, pantun, atau kidung. Untuk menyawer, digunakan koin logam, beras, kunyit, dan permen. Beras mengandung simbol kemakmuran, dengan uang receh sebagai simbol kekayaan. Sementara permen menyimbolkan rumah tangga yang manis, dan kunyit sebagai simbol dari kejayaan dalam kehidupan rumah tangga.

Selesai upacara sawer, diadakan pula acara meuleum harupat yang menjadi simbol nasihat kepada kedua pengantin untuk senantiasa bersama dalam setiap permasalahan dan persoalan rumah tangga. Pengantin laki-laki memegang harupat lalu pengantin perempuan membakarnya. Setelah itu dimasukan ke dalam kendi dan diangkat serta dibanting sampai patah. Setelah acara ini, dilanjutkan dengan ketuk pintu dimana diadakan tanya jawab berupa berbalas pantun antara mempelai. Selain dari upacara adat di atas, ada juga tata acara nincak endok, ngaleupas japati, huap lingkung, pabetot bakakak, dan adat numbas.

Seperti itulah pernikahan adat sunda yang penuh dengan makna dan simbol-simbol yang tidak banyak orang memahaminya. Jika Anda tertarik dengan pernikahan menggunakan adat sunda maka dalam persiapan pernikahan adat sunda akan banyak sekali kostum yang sudahbanyak beredar, begitu juga dengan persiapan pernikahan seperti tata rias, properti dan lain-lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top