Pengertian Harta Gono Gini Menurut Hukum Perdata Dan Aturan Pembagianya

harta-gono-gini.jpg

Apa itu pengertian harta gono gini? Ketika sebuah pernikahan harus berakhir dengan perceraian, maka mau tidak mau akan muncul beberapa hal sesuai dengan keadaan yang ada.

Minimal bakal muncul persoalan terkait dengan hak asuh anak dan pembagian harta bersama. Pada tulisan ini, akan kita bahas soal pengertian harta gono gini atau harta bersama dan aturan pembagianya menurut hukum perdata.

harta gono gini

Pengertian Harta Gono Gini

Harta gono gini disebut juga harta bersama. Berdasarkan etimologi kata ‘harta bersama’ terdiri dari dua kata yaitu harta dan bersama. Harta sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bisa didefinisikan sebagai barang baik itu uang dan sebagainya, yang menjadi kekayaan berwujud dan tidak berwujud yang memiliki nilai dan yang menurut hukun dimiliki oleh perusahaan.

Sedangkan kata ‘Bersama’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti berbarengan. Harta bersama juga dapat diartikan sebagai harta yang digunakan atau dimanfaatkan secara bersama-sama.

Harta bersama merupakan harta benda atau hasil kekayaan yang telah diperoleh ketika berlangsung sebuah perkawinan yang sah. Walaupun memang harta kenyataanya harta tersebut hanya diperoleh dari hasil kerja suami saja, namun sang isteri tetap mempunyai hak atas harta bersama tersebut.

Jadi bisa dikatakan jika harta bersama adalah harta yang meliputi harta yang diperoleh dari usaha-usaha suami dan isteri berdua ataupun usaha salah seorang dari mereka yang diatur lain dalam perjanjian perkawinan, namun apabila terjadi sebuah perceraian maka masing-masing pihak baik istri ataupun suami berhak atas separuh (seperdua) dari harta bersama tersebut.

Aturan Hukum Harta Bersama

Untuk melihat kedudukan harta bersama dalam pernikahan, kita bisa lihat dari hukum yang berlaku. Pada hukum islam tidak dijelaskan soal status harta bersama atau pencampuran harta pada diri pribadi masing-masing ke dalam harta bersama milik suami-isteri.

Tetapi islam menganjurkan adanya sebuah saling pengertian antara suami dan isteri dalam mengelola harta, jangan sampai nantinya di dalam pengelolaan kekayaan bisa merusak hubungan suami-isteri yang akan menjurus pada perceraian.

Lalu dalam Undang-Undang Perkawinan ada pasal yang mengatus soal harta bersama. Tepatnya pada Pasal 35-37 yang mengemukakan jika harta benda yang telah diperoleh dalam perkawinan telah menjadi harta bersama. Masing-masing harta tersebut adalah sebagai hadiah atau warisan yang berada di bawah penguasaan pribadinya masing-masing, sepanjang pada pihak-pihak tersebut tidak dapat menentukan yang lainnya.

Atas harta bersama, baik istri ataupun suami bisa mengambil tindakan untuk berbuat segala sesuatunya atau tidak berbuat segala sesuatunya terhadap harta bersama atas persetujuan dari kedua belah pihak. Selain itu juga dinyatakan juga bahwa suami istri memiliki hak sepenuhnya atas harta bawaan jika perkawinan putus dikarenakan perceraian. Sedang untuk harta bersama akan dibagikan menurut hukum.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top