Poligami, Benarkah itu Bentuk Kekerasan Pada Wanita?

Poligami.jpg

Poligami ibarat dua sisi mata uang. Dapat dikatakan positif namun dapat pula diartikan negatif. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Namun according to the research dari berbagai sumber baik offline maupun online, sebagai penulis amatir saya berharap feedback dari para pemirsa semua untuk topik yang satu ini.

Sejarah Poligami: Bukan Islam Yang Pertama

Poligami adalah salah satu hal atau ibadah yang diperbolehkan dalam Islam. No doubt. Namun ini belum selesai sahabat, mari kita lanjutkan pembahasan ini.

Bukan Islam yang membawa poligami ke kancah duniawi seperti yang digadang-gadang oleh kebanyakan orang yang berniat menjatuhkan Islam. Jauh sebelum Islam menawarkan alternatif poligami, nabi-nabi terdahulupun telah melaksanakan praktek ini.

Sebut saja nabi Daud AS, beliau memiliki istri berjumlah 100 orang. Nabi Daud memiliki putra bernama nabi Sulaeman AS yang memiliki istri 1000 orang. Nabi Ibrahim AS yang beristri 2 orang. Jadi dari sini kita dapat melihat BUKAN ISLAM yang memperkenalkan poligami di dunia.

Belum lagi kalau kita tengok ke belakang, lihat sejarah bangsa Arab jahiliyah, rata-rata pria memiliki istri puluhan sampai ratusan jumlahnya. Ingat ya Arab jahiliyah, yaitu sebelum Islam datang.

Kemudian ada bangsa Romawi pada abad ke 7M. Wanita dianggap hanya sebagai barang, anak-anak yang lahir bukan dari istri pertama dianggap najis dan haram.

Bangsa Persia, dimana pria akan diberi penghargaan apabila mampu menikahi wanita lebih dari 1. Belum lagi dibelahan Eropa dan Asia yang dalam sejarahnya adalah pelaku poligami diakui atau tidak.

Ketika Islam datang dengan membolehkan pria menikahi wanita sampai 4 orang, itu ditetapkan dengan syarat mutlak untuk berlaku adil. Suatu syarat yang kalau diterima dengan akal sehat adalah hal yang sangat mustahil dilakukan oleh manusia biasa.

Allah SWA pun telah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 129 yang menyatakan bahwa pria tidak akan bisa berlaku adil meskipun sangat ingin berlaku adil. Jadi dimana letak legalitas poligami di mata Islam? Pembatasan yang sangat tidak mungkin dilakukan. Semoga anda dengan kaca mata jernih paham akan hal ini.

Poligami = Kekerasan Pada Wanita?

Sekali lagi saya beri tanda tanya di belakang. Saya masih labil apakah ini sebuah pernyataan ataukah pertanyaan? Kalau disebut kekerasan, mungkin benar. Disatu sisi pihak wanita terutama istri pertama akan merasakan kekerasan baik itu mental maupun fisik. Namun bagaimana dengan pihak istri kedua? Apakah dia mengalami kekerasan tersebut?

Istri pertama mungkin bisa jadi saat menikah dulu tidak pernah terpikirkan akan mendapat musibah sedahsyat ini. Dapat dikatakan dia terjebak dalam kondisi yang tidak pernah dia bayangkan. Apakah ada saat mengikat janji suci seorang suami bilang begini ‘suatu saat nanti saya berniat poligami’. Plak…yang ada istri pertama kabur sebelum malam pertama.

Namun istri kedua, ketiga dan keempat? Mereka sudah sangat tahu kondisi suaminya. Namun masih tetap mau menikahinya. Apakah ini kekerasan?

Bagi sebagian wanita iya poligami adalah kekerasan. Bagi sebagian lain adalah bentuk kemenangan dan superioritas atas rivalnya.

Alibi-Alibi Pendukung Poligami

Entah dengan berbagai alasan pendukung, sangat banyak pemuja poligami membenarkan praktek poligami.

1. Berlindung dibalik agama

Dengan mengatasnamakan ibadah agama, banyak sekali pelaku poligami dengan tanpa rasa bersalah melakukan praktek ini. Tanpa melihat secara komperhensif semua ayat-ayat dalam kitab suci. Bagian dari ayat yang menguntungkanlah yang ia elu-elukan. Keadilan? ‘Ah nggak ada yang tau kok isi perut rumah tangga saya’. Atau ‘saya udah adil kok, semua istri saya kasih jatah 10 juta perbulan, apalagi?’

2. Kemanusiaan

Entah itu sisi kemanusiaan yang mana yang ia sodorkan. Masih banyak cara lain yang lebih elegan dalam menolong kaum yang papa tanpa harus dilandasi nafsu haus biologis. Kebanyakan uang? Rumah yatim dan dhuafa masih butuh sumbangan dana. Bencana belum akan berakhir, perang di belahan bumi lain masih perlu disokong sumber daya. Kenapa harus poligami?

Fakta-Fakta Di Lapangan

1. Negara Indonesia membatasi ruang gerak poligami

Dengan dikeluarkannya PP No 45/1990/perubahan PP no 10/ 1983/ tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS. PP ini mengharuskan surat izin tertulis dari pihak istri pertama untuk suami yang berniat poligami.

2. LBH APIK

Poligami adalah bentuk superioritas pria diatas wanita. Konsep yang menawarkan penderitaan dan penindasan terhadap wanita yang tidak berpihak kepada kemanusiaan dan keadilan. Larangan untuk praktek poligami harus menjadi sebuah kebijakan.

3. PSI melarang kadernya berpoligami

Ketua PSI Grace Natalie melarang para kadernya untuk poligami sebagaimana ia ungkapkan dalam pidatonya di Festival ke 11 di Surabaya yang baru lalu.

4. Komnas Perempuan

Poligami adalah tindakan kekerasan terhadap perempuan.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya utarakan disini, namun karena ruang dan waktu yang terbatas maka saya cukupkan sampai disini artikel yang jauh dari kata baik apalagi sempurna. Mohon maaf sebesar-besarnya bila ada kesalahan itu adalah semata-mata kesalahan saya. Bila ada kebenaran itu hanyalah milik Allah SWA.

Wallahu A’lam Bishawab

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top