Ragam Pilihan Jenis Seserahan dan Maknanya Menurut Adat Pengantin Jawa

Tips-Memilih-Seserahan-dan-Maknanya-Post-1-BPGuide.jpg

Memilih jenis seserahan jadi salah satu bagian dari daftar persiapan pernikahan yang tiada habisnya. Seperti yang diketahui, penyerahan seserahan atau hantaran untuk calon pengantin memang jadi proses pernikahan yang wajib dilalui. Seserahan tersebut juga sangat beragam yang biasanya disesuaikan dengan adat maupun agama tiap calon pengantin.

Tak bisa dipungkiri, memilih seserahan kerap jadi kegiatan yang paling menyenangkan. Namun jangan sampai terlalu bersemangat sehingga berlebihan dan malah membeli barang yang tak diperlukan. Alhasil, tagihan membengkak jauh dari anggaran yang telah disiapkan sebelumnya.

Tips Menentukan Jenis Seserahan

Berikut ini ada beberapa tips dalam memilih seserahan yang bisa diterapkan agar lebih cermat dan tepat, di antaranya:

Menentukan anggaran

Sebelum membeli seserahan untuk pernikahan, ada baiknya untuk menentukan anggaran terlebih dulu. Jangan lupa pula mengusahakan untuk tetap bertahan dengan anggaran tersebut. Sebab, masih ada kebutuhan lain yang harus dipikirkan seperti biaya kemasan hingga dekorasi seserahan.

Cara paling mudah adalah membuat daftar barang yang dibutuhkan sekaligus tempat membelinya sebelum berbelanja. Lebih baik lagi jika mendiskusikan urusan ini dengan pasangan maupun teman demi menemukan tempat berbelanja yang murah dan berkualitas.

Memastikan setiap barang seserahan bisa digunakan

Bukan sekadar jadi pajangan, barang seserahan untuk pernikahan harusnya bisa digunakan di kehidupan sehari-hari pasangan. Oleh sebab itu, pilih barang seserahan yang berguna.

Demi menghindari kesalahan yang membuat seserahan malah tidak digunakan nantinya, lebih baik jika membeli barang-barang tersebut bersama pasangan. Biarkan pasangan memilih barang yang disukai, tapi tetap sesuaikan dengan budget.

Jenis Seserahan dan Maknanya

Tak sedikit orang yang bertanya-tanya, sebenarnya apa saja isi seserahan. Pada pernikahan adat Jawa, seserahan yang wajib dibawa salah satunya adalah berupa pakaian untuk wanita dari ujung kepala hingga kaki. Isinya pun beragam, tergantung dari kesepakatan antar calon pengantin. Kendati demikian, calon pengantin wanita yang biasanya lebih banyak menentukan jenis barang dalam hantaran pernikahannya.

Berikut ini ada beberapa jenis seserahan beserta maknanya menurut pernikahan adat Jawa, antara lain:

Buah-buahan

Seserahan satu ini sudah pasti tak pernah ketinggalan dalam setiap perayaan pernikahan adat Jawa. Pasalnya, hantaran berupa buah-buahan memiliki makna cukup mendalam. Salah satu adalah supaya kehidupan calon mempelai berbuah berkah untuk seluruh keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Daun sirih ayu

Meski tidak termasuk dalam kebutuhan dasar calon pengantin wanita, daun sirih ayu kerap dijadikan hantaran seserahan dalam pernikahan adat Jawa. Diketahui, daun sirih ayu ini bermakna mendoakan kebahagiaan sekaligus keselamatan calon pengantin dalam kehidupan baru yang hendak ditempuh.

Seperangkat alat ibadah

dav

Umumnya, seserahan berupa seperangkat alat ibadah ini dijadikan simbol bahwa pernikahan yang akan dilangsungkan senantiasa berpegang teguh pada nilai agama. Bagi calon mempelai Muslim, seperangkat alat salat jadi seserahan yang wajib dibawa. Begitu juga dengan calon mempelai Nasrani yang juga sering menjadikan Alkitab dan rosario sebagai hantaran.

Cincin

Perhiasan satu ini memang dikenal sebagai simbol pengikat hubungan. Jadi tak heran jika cincin juga sering dijadikan barang seserahan agar kedua pasangan bisa terus bersama sampai akhir hayat. Selain itu ada juga seserahan berupa aksesoris perhiasan. Seserahan ini kerap dijadikan simbol supaya calon mempelai wanita senantiasa bersinar dan bercahaya di sepanjang hidupnya.

Alas kaki

Dari sekian banyak hantaran pernikahan, alas kaki berupa sepatu, sandal, ataupun selop juga kerap dibawa. Sebab, seserahan ini bermakna agar kedua calon mempelai senantiasa berjalan beriringan dalam mengarungi kehidupan rumah tangganya.

Pakaian

Memberikan satu set pakaian untuk calon pengantin wanita bermakna bahwa kedua calon mempelai bisa menyimpan rahasia rumah tangganya dengan baik. Akan tetapi, pakaian yang dijadikan seserahan dalam pernikahan adat Jawa adalah bahan kebaya beserta kain bawahan bermotif batik.

Tas

Selain sepatu dan pakaian, tas juga bisa dijadikan seserahan. Adapun makna dari seserahan satu ini adalah calon mempelai pria mampu membiayai segala kebutuhan istri setelah berumah tangga.

Peralatan makeup

Biasanya, seserahan dalam bentuk peralatan makeup ini diberikan karena memiliki tujuan supaya calon mempelai wanita tetap terlihat cantik di depan suami nantinya. Di samping itu, hantaran berupa alat makeup juga bisa diartikan bahwa, calon pengantin pria bersedia memenuhi kebutuhan untuk perawatan tubuh sang istri di kemudian hari.

Makanan tradisional

Seserahan berisi makanan tradisional dalam pernikahan adat Jawa dimaksudkan agar kedua mempelai tetap bersatu hingga akhir hayat. Selain itu, makanan ini juga jadi simbol harapan supaya silaturahmi kedua keluarga bisa selalu terjalin erat.

Biasanya, makanan yang dipilih berbahan dasar beras ketan, seperti jenang atau lemper. Tak sedikit orang yang percaya, bahwa makanan tradisional semacam ini harus dibawa agar pasangan pengantin selalu lengket sepanjang masa. Sebagaimana beras ketan yang telah dimasak.

Demikian beberapa jenis seserahan dan maknanya dalam pernikahan adat Jawa. Pada dasarnya, hantaran ini jadi lambang kesiapan dari calon pengantin dalam memantapkan niatnya secara ikhlas untuk beribadah menjalani rumah tangga. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top