Tata Cara Pencatatan Perkawinan Yang Dilakukan di Luar Negeri

Pencatatan-Perkawinan-.jpg

Tata Cara Pencatatan Perkawinan Yang Dilakukan di Luar Negeri – Pernikahan adalah hal yang paling diimpikan semua orang. Dari sanalah jengjang kehidupan baru akan dimulai bersama pasangan yang diikat dalam ikatan janji suci bernama pernikahan. Beberapa orang merayakan moment bahagia tersebut dengan cara melangsungkan pernihakan di luar negeri.

Selain itu, juga ada banyak alasan lain yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk menikah di luar negeri. Misalnya saja alasan pekerjaan yang mengharuskanya untuk tetap di lua negeri. Atau terkadang juga alasan untuk mengakali hukum yang berlaku di tanah air. Misalnya saja perkawinan beda agama.

Tata Cata Pencatatan Pernikahan Luar Negeri

Pencatatan Perkawinan

Ya, para publik figur tanah air kerap melakukanya. Demi bisa menikah dengan seseorang yang beda agama, beberapa publik figur memilih untuk melangsungkan pernikahanya di luar negeri. Lalu kembali pulang setelah resmi menjadi pasangan suami istri.

Setiba di Indonesia, seseorang yang telah melangsungkah pernikahan di luar negeri wajib mendaftarkan pernikahanya. Ha ini sesuai dengan ketentuan hukum dalam Undang-undang No 23 tahun 2006  tentang kependudukan, bahwa pernikahan yang dilakukan di luar negeri harus dilaporkan kepada instansi yang berwenang.

1. Waktu Pencatatan Perkawinan

Sesuai dengan ketentuan yang tertera pada pasal 37 UU No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa pelaporan atau pendaftaran perkawinan yang dilakukan luar negeri di Indonesia dilakukan selambat lambatnya 30 hari sejak yang bersangkutan tiba di Indonesia. Bukti kedatangan bisa dibuktikan dengan cap imigrasi yang ada di pasport.

2. Syarat Pencatatan Perkawinan

Untuk bisa mndaftarkan pernikahan luar negeri di Indonesia, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, terdiri dari:

  • Akta Perkawinan dari Negara dimana mempelai melangsungkan pernikahan, yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan juga telah dilegalisir oleh Perwakilan RI setempat;
  • Surat Keterangan Menikah dari KBRI di negara tempat melangsungkan pernikahan.
  • Fotocopy akte lahir kedua mempelai;
  • Salinan KTP dan Kartu Keluarga kedua mempelai;
  • Salinan paspor suami;
  • Dan juga Pasfoto berdampingan dengan ukuran 4×6 sebanyak 3 lembar dengan latar belakang merah;

Nah untuk mendapatkan Akta Perkawinan yang dilegalisir oleh KBRI di negara tempat menikah, harus terlebih dahulu di legalisir oleh:

  • Kantor yg mengeluarkan Akte Perkawinan di negera tempat menikah
  • Regional Register Officedi negara tempat menikah
  • Kementerian Luar Negeri negara tempat menikah
  • Akta Perkawinan selanjutnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Ingat, harus diterjemahkan oleh penerjemah resmi yang telah disumpah.

Baru kemudian diajukan legalisirnya ke KBRI di negara tempat menikah.

3. Tempat Pencatatan Perkawinan Luar Negeri

Pendaftaran perkawinan luar negeri dilakukan di kantor Catatan Sipil di loket Pembuatan Akta Perkawinan. Untuk mengurus pendaftaran sampai dengan selesai biasanya membutuhkan waktu selama 12 hari dengan biaya Rp. 97.000 plus biaya untuk 2 orang saksi dari Dinas Catatan Sipil.

Baca Juga:

Sebagai catatan pencatatan perkawinan di atas adalah yang dilakukan oleh sesama WNI di luar negeri. Bukan WNI dan WNA.

Litalia

Litalia

Penulis lepas yang suka dengan topik pernikahan, travelling, hukum dan desain interior. Kontak saya di litaliaku@gmail.com

One Reply to “Tata Cara Pencatatan Perkawinan Yang Dilakukan di Luar Negeri”

  1. Denok berkata:

    Bagaimana prosedur pencatatan perkawinan campuran (WNI dan WNA) di luar negeri ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top